Hukum Maluku 

Perkuat Akuntabilitas dan Transparansi, Primkopasindo Lapas Wahai Lakukan Monev Semester

Wahai, indonesiatimur.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai lakukan monitoring dan evaluasi (monev) semester terhadap Primer Koperasi Pemasyarakatan Indonesia (Primkopasindo) sebagai langkah untuk menjaga kesehatan organisasi, akuntabilitas pengelolaan, dan kinerja usaha koperasi, Rabu (03/06/2026). Kegiatan tersebut libatkan jajaran pengurus dan pengawas koperasi guna mengukur capaian program kerja, menilai kondisi keuangan, serta memastikan seluruh unit usaha berjalan sesuai prinsip-prinsip perkoperasian.

Ketua Primkopasindo Lapas Wahai, Abdul Azis, mengatakan evaluasi semester menjadi acuan penting untuk melihat sejauh mana target yang telah ditetapkan dapat direalisasikan.

“Melalui monev semester ini, kami ingin memastikan seluruh unit usaha berjalan pada jalur yang tepat. Kami berkomitmen meningkatkan akuntabilitas, memperbaiki pelayanan, dan menjaga kesehatan keuangan koperasi demi kesejahteraan bersama,” ujar Azis.

Sementara itu, Pengawas Koperasi, La Joi, menekankan pentingnya transparansi dalam setiap pelaporan dan pengelolaan administrasi. Menurutnya, pengawasan yang baik menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan anggota.

“Tugas kami memastikan kepatuhan pengurus terhadap regulasi dan prinsip koperasi. Hasil pengawasan menunjukkan administrasi dan pembukuan telah mengalami perkembangan yang baik, meskipun efisiensi tetap perlu ditingkatkan agar sisa hasil usaha yang diperoleh semakin optimal,” ungkapnya.

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menilai evaluasi berkala merupakan bagian penting dari pengawasan internal untuk mencegah potensi penyimpangan dalam pengelolaan keuangan maupun administrasi koperasi.

“Evaluasi ini penting untuk mengukur tingkat kesehatan koperasi. Kami berharap Primkopasindo Lapas Wahai dapat terus beroperasi secara optimal, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota, baik petugas maupun Warga Binaan yang terlibat dalam unit produksi,” ujarnya.

Fokus evaluasi mencakup pemeriksaan administrasi, pencatatan transaksi keuangan, serta pelaksanaan program usaha yang telah berjalan. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan upaya memperkuat pembinaan kemandirian di lingkungan Pemasyarakatan.

Sejak memperoleh badan hukum melalui Keputusan Menteri Hukum RI, Primkopasindo Lapas Wahai terus menunjukkan perkembangan positif. Selain mendukung pemasaran produk hasil karya Warga Binaan, koperasi juga terus bertransformasi melalui pengembangan layanan berbasis digital.

Melalui evaluasi yang dilakukan secara berkala, Lapas Wahai berharap Primkopasindo dapat terus berkembang sebagai koperasi yang sehat, akuntabel, dan berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya. (it-06)

Bagikan artikel ini

Related posts

Komentar anda:

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.